Minggu, 30 September 2012

"Indahnya" Pulau Bali

Sebenarnya ini kejadian sudah 1 tahun lalu terjadi sih, tapi berhubung saya baru mempunyai blog baru-baru ini, akhirnya kepikiran deh buat nulis kisah kasih perjalanan saya dipulau bali. terlalu berdosa kalau saya tetap menyimpannya didalam otak (kotor) saya.
Sebagai mahasiswa jurusan bahasa (inggris) ada sebuah program dari jurusan kami yang mewajibkan kita practice ato praktek langsung ngomong dengan para bule-bule (kambing), guna melatih kelancaran kita dan tentunya mengetes kemampuan yang kita pelajari selama satu semester ini.  Tentunya dalam bahasa inggris. keren gak tuuhh. . . .

Begitu mendengar BALI, pelo-Hati  saya bergairah dengan dasyatnya, bayangan saya seperti yang sering saya lihat ditipi-tipi disana kan banyak bule pada berlomba-lomba gosongin badanya belom lagi ada yang dengan santainya mamerin pantat nye-mok'nya, pokoknya yang ada di otak kotor saya kalau gak bikini motif macan, punggung dijemur ya pantat bahenol... bikin saya makin gak sabar buat  NABOK langsung tu pantat satu persatu. secara saya gak pernah sekalipun kebali. (nasib traveler gembel)

Tapi sayang jutaan sayang kita menuju bali dengan kondisi cuaca yang lagi musim hujan, sebelum berangkat kami seluruh mahasiswa berdoa agar nantinya disana tidak turun hujan. # minta resep dukun

banyangin aja kalau ke pantai dengan kondisi mendung apalagi hujan, jangan kan bule berjemur, pantat satupun gak akan kita temui disana.

Berangkat pukul pagi lupa jam berapa, sampai dibali pukul malam lupa juga jam berapa, pkoknya ada 10 jam lahh.. kebayangkan betapa capeg'nya, dan itu disertai dengan hujan lebat (baca : BADAI), dan saya pun terpaksa bilang WAO... karena poto sesion saya gagal terlaksana. hufftteeehhh......

Na'as-nya berlanjut ketika sampai di hotel (tepatnya kos-kosan), mau mandi air gak ada yang mau keluar, kayak orang anyang-anyangen padahal diluar hujan deras gilak, # lepas baju mandi pakek air hujan

BADAI PASTI BERLALU. . .lagu dari wali band itu pun menjadi doa saya kala itu, tapi apa boleh buat dewa petir sepertinya mengacuhkan doa saya (lagi pake headset kali ya, jd gak denger) 

hampir disemua lokalisasi yang saya kunjungi terguyur derasnya air hujan, mulai dari ulu watu yang terkenal dengan monyet-monyetnya, tanah lot, sangeh dan pantai KUTA yang terkenal dengan jemuran pantatnya kami lalui dengan basah-basahan. dan yang paling bikin sakit hati ketika tour guide dari hotel yang mengatakan kalau kuta merupakan pantai yang terkenal dengan sunset yang begitu indah. serentak hati dan rempelo saya berontak. HAH... badai kayak gini mana ada sunset. # ngambek

Buat yang lain sih bisa menikmati liburan dengan berbelanja karena gagal berwisata, tapi bagi saya dan teman kere saya hassan mana mungkin. jangankan buat belanja, bisa berangkat praktek ke bali aja udah sesuatu bangets bahkan bisa dikatakan mukjizat. (berasa jadi mahasiswa termiskin di dunia)

bisanya ya cuma pura-pura nawar dengan maksud sombong cyiinn.... biar pun di dompet isinya goceng tapi belagunya kudu wajib donk.

Ngenes kalau ke-inget kalimat si dosen sebelum berangkat bilang " nanti kita bisa praktek langsung dengan para turis disana"..helloooooowwwww.... hujan badai gini mana ada wisatawan asing yang mau keluar, mereka bakal lebih milih jungkir balik dikamar kontrakan sambil nari KOPROL kaleeeee......

Saya berfikir kalau saya sudah tertipu oleh berita di tipi dan omngan orang-orang yang mengatakan bali itu indah, nyatanya yang saya temui disana kok cuma badai melulu yaa... rugi deh jadinya bayar mahal buat lihat badai, mending berangkat sendiri sesuai jadwal sendiri dan tentunya saya gak akan berangkat pada saat musim badai.,

# KEMBALIKAN UANG SAYAAAA..........(teriak pake speaker mesjid)







tanah lot saat badai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar